Bisnis Kepercayaan

On 14 February 2014

Hai teman-teman sekalian… Tengkiuu udah berkunjung ke website RM Legoh. Sebenernya gua pengen sering sering update site ini. Tapi berhubung kesibukan di dapur lumayan menyita waktu, jadi peng-updatean website ini sering terbengkalai. Maappken yes hehehehe…. Ok dah mumpung gua lagi bebas tugas dari dapur, kali ini gua pengen berbagi cerita di sini….. Hmmmm….apa yah? Oya ini aja gua mau cerita perihal tutupnya RM Legoh Cibeunying.

RM Legoh Cibeunying itu usianya baru sekitar 2 tahun lebih dikit dah hehehehe. Kalo diukur usia manusia mah lagi lucu2nya hehehe tapi belum jadi apa-apa…. Nah persis seperti itu keadaaannya, lagi hot-hotnya dipikirin gimana caranya biar laku… Obrak abrik menu tapi sebelum menjadi sesuatu, kita harus dihadapkan pada kenyataan kontrakan ga bisa dilanjutkan 🙁

Hmmm… Kenyataan yang sulit diterima tetapi harus tetep dikerjakan. Yah mungkin dari segi pemasukan emang RM Legoh Cibeunying masih jauh dari pengharapan… Tapi bisnis makanan bukanlah bisnis sulap yang bisa tiba-tiba memunculkan kelinci dari dalam topi. Bisnis makanan adalah bisnis kepercayaan… Bagaimana kita membuat orang percaya untuk mencoba makanan kita dan datang lagi untuk makan. Dan menumbuhkan rasa percaya itu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Pegawai RM Legoh

Persaingan di usaha kuliner emang edan-edanan, kalo kita ga pinter-pinter menyiasatinya bisa jeblok… Dan persaingannya bisa dibilang terbuka yah di semua kelas, baik kelas resto mahal dan murah bertarung di ring yang sama. Orang yang sanggup makan di restoran mahal bisa juga makan pecel lele pinggir jalan. Walaupun belum tentu sebaliknya 🙂 Tapi fakta ini membuat gua yakin bahwa kita bertarung di ring yang sama. Restoran berkelas belum tentu jumlah tamunya mengalahkan kaki lima. Oleh karena itu salah satu modal untuk mendapatkan tamu dan langganan adalah membuat orang percaya pada kita.

Kenapa saya menyebutnya kepercayaan? Hmmm begini.

Pernah ga kamu makan sesuatu yang enak dan pengen kembali-kembali lagi… Nah kalo ini lidah kita udah percaya ama makanan di tempat itu.
Atau kalau kita punya pilihan 3 tempat untuk makan siang, tapi seringkali kita memilih tempat no. 2 dan itu bukan karena makanannya yang enak atau tempatnya yang bagus… Tapi karena kita percaya tempat ini bakal menyajikan makanan dalam tempo 5 menit, jadi waktu istirahat di kantor bakal cukup.
Atau kita makan di resto X karena udah pasti kebersihannya terjamin.

Nah balik lagi akhirnya kepada kepercayaan.

Point kepercayaan inilah yang harus dijaga. Hmm saya udah 10 tahun bergelut di bidang usaha kuliner. Kalo dibilang saya tau gimana cara mendapatkan kepercayaan itu… Hmmm ga tau juga yah…. Seringkali kita berencana untuk membuat sesuatu produk dan pelayanan yang terbaik, tapi dalam pelaksanaannya ada saja kendala yang akhirnya bisa berakibat mengikisnya kepercayaan orang… Nah saat itu terjadi, maka yang perlu dilakukan hanyalah tetap berusaha 🙂

Kepercayaan kadang bisa diraih dalam waktu singkat, tapi kebanyakan harus melalui waktu yang panjang. Oya kenapa saya bilang untuk meraih kepercayaan dibutuhkan waktu… Karena salah satu pilar kepercayaan adalah konsistensi, dan konsisten adalah teman seiring sejalan sang waktu.

Kalo kita bisa konsisten untuk selalu masak enak, pasti akan tumbuh kepercayaan. Kalo kita konsisten menjaga kebersihan, konsisten menjaga reputasi, konsisten membuat makanan secepat mungkin. Maksudnya orang bisa dikatakan konsisten kalau tekun mengerjakan sesuatu dan menghasilkan hal yang sama dalam periode waktu tertentu.

Hal-hal seperti ini yang membuat jagoan-jagoan kuliner masa lalu tetep posisinya di atas, walaupun saingan tambah banyak…. Contohnya Warung Kopi Purnama punya kopi yang enak, tapi saya yakin masih banyak tempat sejenis yang bisa membuat kopi yang setara bahkan lebih enak. Tapi Warung Kopi Purnama punya sejarah panjang… Sejarah kepercayaan, mereka memenangkan kepercayaan orang bahwa Kopi Purnama emang paling top.

Lalu bagaimana cara mendapatkan kepercayaan dalam waktu singkat?
Hmmm ada Hoki dan Modal Besar 🙂
Kalo hoki mah ga usah dibahas kali yah, ini adalah anugerah Tuhan yang tidak bisa diprediksi hehehehe.
Nah kalo Modal besar, di era seperti ini uang bisa membeli segalanya termasuk kepercayaan. 🙂 Otak manusia bisa digiring melalui iklan, televisi, majalah untuk mempercayai sesuatu hal….. Hehehehehe bukan hal yang salah juga loh….. Semua kan sah-sah aja.

Tinggal kita sebagai yang menjalankan bisnis kuliner sanggup melaksanakan yang mana :))
Bersahabat dengan waktu?? Atau siap menggelontorkan modal besar atau berharap punya hoki selangit ????

6 Responses to “Bisnis Kepercayaan”