Tentang Pak Yaya

On 2 April 2015

PanciAda peristiwa penting di RM Legoh bulan ini, yaitu pegawai gua yang namanya Pak Yaya mengundurkan diri. Kenapa gua sebut ini penting, yah pegawai keluar masuk sebenernya hal yang biasa yah. Tapi berhubung yang keluar ini Pak Yaya, maka jadi sesuatu yang penting niiii, hehehehe. Mau tau ga kenapa? Karena dia adalah pegawai gua yang pertama. Bahkan saat atapnya RM Legoh (hmm dulu namanya masih Kedai Bambu) baru dibuat, dia udah mulai kerja bareng gua.

Gua memulai usaha ini dengan pengetahuan nol besar. Sama sekali ga ada ilmu atau pengalaman tentang memasak, membuat minuman, manajemen, ga ada orang yang bisa ditanya heheheh emang modal nekad doang sih. Yang membantu gua saat itu ada 3 orang, nah Pak Yaya ini membantu gua di bagian minuman dan sesekali di kasir, sampe terakhir dia bekerja juga emang di bagian minuman. Karena dia dulunya bekas bartender di salah satu night club.

Nah jadi saat bulan lalu dia minta resign… Ya agak-agak sedih juga hehehe. Soalnya dia satu-satunya orang yang bersisa dan tau banged perkembangan usaha gua ini dari awal berdirinya. Yah kalo misalnya orang liat Legoh sekarang sudah lumayan gede dan sering ramai. Nah Pak Yaya ini bisa bercerita bagaimana dulunya hehehehe…. Saat awal-awal Legoh berdiri… Heehehehe sepi, pengunjungnya rata-rata hanya anak SMA Aloysius yang lagi bolos. Bagaimana dulu kita sering didatengin guru dan kepala sekolah yang marah-marah karena siswanya bolos dan nangkring di sini… Hehehe. Kemudian ngurus pencatatan buku hutang anak-anak sekolah 🙂 Yah dan masih banyak cerita lagi.

Tapi di sini gua bukan mau bercerita tentang kenangan-kenangan masa lalu… Tapi tentang satu hal lucu dari kejadian resign ini. Jadi karena akhir-akhir ini kemampuan fisik Pak Yaya ini memang sudah berkurang jauh terutama mata, jadi saya wanti-wanti ama anak-anak bagian minuman untuk tidak memberikan pekerjaan yang berat-berat dan jadwal kerjanya pun berbeda dengan anak-anak yang lain. Jadi lebih ke bagian pengawasan aja. Jadi ketika Pak Yaya mengajukan resign juga sebenernya secara kerja dan tim saya udah siap, karena di sehari-hari juga tampak porsi kerjaannya sudah sangat sedikit. Hehehe ah santai ajalah…

Tapi di sini ternyata bolongnya hehehehe… Ya ya ya…. Gua lupa dengan satu dalil yg sering pake : ”Saat kita mengatakan tidak memerlukan seseorang, yang terjadi sebenernya adalah kebalikannya.” Dan terbukti terjadi. Duarrrr hehehehe… Hari-hari berikutnya, tim minuman kalang kabut pas memulai pekerjaan, karena ada detail-detail pekerjaan kecil yang biasa dikerjakan oleh Pak Yaya dan sekarang tidak dikerjakan. Hahahaha…. Karena ini semua ini adalah pekerjaan tim, sekecil apapun pekerjaaannya, sekecil apapun andilnya, bagai ada 1 mata rantai yang putus. Pasti bakal ada pengaruhnya. Hehehehehe….

Selamat menikmati hari pensiun, Pak Yaya 🙂

2 Responses to “Tentang Pak Yaya”

  • Reinaldy

    Apa betul restauranya juga menyediakan masakan BABI? Kalau betul seharusnya transparan boss, kami yang muslim dan pastinya banyak yg muslim makan di tempat anda, agar dijelaskan adabhidangan BABI..jelaskan kalau tempat masak, piring dsbnya TERPISAH….

    • Benar, kami menyediakan menu babi sebagai menu special yang terpisah dari menu utama. Kalau Anda datang ke Rumah Makan kami, pasti Anda akan mendapat informasi bahwa kami menjual menu nonhalal yang semuanya terpisah dari menu utama. Mulai dari proses masak, peralatan, alat-alat penyajian, sampai tempat cuci semua terpisah 🙂 Selama ini pelanggan muslim kami juga mengetahui karena kami selalu transparan kok. Silakan datang ke Legoh dan buktikan sendiri ya 🙂